Tampilkan postingan dengan label Download / Unduh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Download / Unduh. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Agustus 2019

JURNAL ANALISIS FAKTOR PENGHAMBAT PENYEMBUHAN DIABETIC FOOT ULCER DI KLINIK KITAMURA PONTIANAK (PDF)

Lydia Yuniarsih
Abstrak
Belakang : Jumlah penderita diabetes mellitus (DM) terus meningkat. Komplikasi yang umum terjadi pada penyakit DM adalah diabetic foot ulcer (DFU). Lambatnya penanganan DFU akan berdampak pada peningkatan keparahan luka, sehingga mengganggu proses perbaikan luka. Hambatan penyembuhan luka disebabkan oleh berbagai faktor yang berisiko tinggi untuk berkembang menjadi luka kronis, amputasi, bahkan kematian. Tujuan : Untuk mengetahui status demografi, karakteristik luka, serta hubungan antara usia, saturasi oksigen, status infeksi, stress, dan riwayat terapi medikasi dengan hambatan penyembuhan DFU di Klinik Kitamura Pontianak. Metode : Penelitian ini bersifat kuantitatif analitik dengan desain cohort retrospektif. Sampel yang digunakan adalah 62 orang dengan teknik pengambilan sampel berupa purposive sampling. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi Gamma dan Somer’s, sedangkan analisis multivariat menggunakan model regresi logistik. Dasar pengambilan keputusan apabila nilai p < 0,05.  Hasil : Hasil analisis bivariat ditemukan bahwa usia memiliki nilai p = 0,280, saturasi oksigen memiliki nilai p = 0,001, status infeksi memiliki nilai p = 0,000, stress memiliki nilai p = 0,000, dan riwayat terapi medikasi memiliki nilai p = 0,296. Uji multivariat didapati bahwa kekuatan hubungan saturasi oksigen bernilai OR = 5,083, status infeksi bernilai OR = 9,364, dan stress bernilai OR = 19,789 terhadap hambatan penyembuhan DFU. Kesimpulan : Faktor yang paling dominan dalam menghambat penyembuhan DFU di Klinik Kitamura Pontianak adalah stress.
Kata Kunci : diabetes mellitus, diabetic foot ulcer, penyembuhan luka terhambat.

Full text : PDF

Minggu, 30 September 2018

Trend dan Issue Pengaruh Relaksasi Otot Progresif Terhadap Insomnia Pada Lansia



Lansia merupakan dewasa akhir atau usia tua sebagai periode penutup bagi rentang kehidupan seseorang, dimana telah terjadi kemunduran fisik dan psikologis secara bertahap (Hurlock, 1980 dalam Erliana, dkk). Kemunduran fungsi tubuh membutuhkan adaptasi agar tidak berdampak negatif pada seorang lansia. Penurunan fungsi pada lansia menyebabkan berbagai permasalahan, baik secara ekonomi, sosial budaya, kesehatan, dan psikologis. Meskipun terjadi kesadaran mendalam pada individu lansia, akan tetapi tidak jarang juga terjadinya penolakan individu pada fase penuaan. Masa lansia identik dengan masa penurunan dan ketidakberdayaan, serta menjadikannya rentan terhadap penyakit-penyakit kronis (Basuki, 2015).
Selengkapnya klik disini.

Analisa Jurnal Hipoglikemi pada Diabetes Mellitus

Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit kronis gangguan metabolik disertai dengan kondisi hiperglikemia (Jameson, 2013). Kasus DM terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pada tahun 1980 terdapat 108 juta penyandang diabetes, kemudian meningkat menjadi 422 juta orang pada tahun 2014 (WHO, 2017). International Diabetes Federation (IDF) (2017) menyatakan bahwa penderita diabetes pada tahun 2017 bertambah 10 juta orang daripada tahun 2015. Diperkirakan bahwa 1 dari 11 orang dewasa di dunia menderita diabetes dan lebih dari 350 juta orang dewasa berisiko tinggi terkena diabetes tipe 2 (IDF, 2017). Sekitar 1,6 juta orang meninggal akibat diabetes pada tahun 2015 (WHO, 2017).
Hingga saat ini, DM menjadi beban ganda permasalahan kesehatan karena meningkatkan morbiditas, disabilitas, dan mortalitas. Atlas Diabetes (2013) melaporkan bahwa terdapat 366 juta individu terkena diabetes dan berdasarkan pengukuran data saat ini, Asia dan Afrika akan memiliki proporsi penderita DM tertinggi pada tahun 2030 (Rhee, 2015). Angka DM bertambah pesat, terutama di negara berpenghasilan menengah dan rendah yang berkaitan dengan peningkatan jumlah penduduk, angka harapan hidup, dan perubahan pola hidup.
Dalam penatalaksanaannya, pengendalian hiperglikemik pada DM dapat dilakukan melalui terapi farmakologis maupun non farmakologis. Salah satu penanganannya adalah dengan menggunakan terapi insulin. Akan tetapi, dampak dari penggunaan insulin yang keliru dapat menyebabkan hipoglikemik. Hipoglikemik merupakn kondisi kadar gula darah kurang dari rentang normal (<50 mg/dL).

Kondisi hipoglikemik merupakan keadaan darurat endokrin yang dapat mengakibatkan kerusakan neurologis, bahkan kematian karena berkaitan erat dengan metabolisme pada otak. Pemicu lainnya dari keadaan hipoglikemik adalah kelainan endokrin, keganasan, malnutrisi, insufisiensi ginjal, dan lain-lain (Abhilash et al., 2017). Hingga saat ini, hipoglikemik masih sering terjadi pada penderita DM karena kegagalan dalam mengontrol kadar gula darah.
Selengkapnya klik disini.

Analisis Jurnal : Palliative Care pada Pasien HIV/AIDS


Perawatan paliatif merupakan pendekatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarga yang berhubungan dengan penyakit yang dapat mengancam jiwa melalui pencegahan dan pemulihan penderitaan pasien dengan identifikasi dini (WHO). Di Indonesia, palliative care telah di kenal sejak tahun 1989 melalui Peraturan Menteri Kesehatan No. 604/MENKES/SK/IX/1989 tentang Program Pengendalian Kanker Nasional. Dengan adanya peraturan ini, pemerintah menciptakan 4 kelompok kerja, yang di antaranya berfokus pada pengembangan perawatan paliatif dan  manajemen nyeri untuk pasien kanker. Perawatan paliatif telah dimulai sejak tahun 1992 dan menjadi agenda pemerintah sejak tahun 2007 dengan diterbitkannya Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 812/Menkes/SK/VII/2007 tentang Kebijakan Perawatan Paliatif (Lala, Wagey, & Loho, 2016).
Menurut Julia E. Kasl-Godley, Deborah A. King, dan Timothy E. Quill (2014) dalam artikel Opportunities for Psychologists in Palliative Care, layanan palliative care interdisipliner bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan pasien dan keluarga, serta mengurangi penderitaannya yang didukung dengan adanya pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran dalam memberikan perawatan secara efektif. Pada perawatan primer, kontribusi berfokus pada transformasi penyampaian informasi kesehatan. Evaluasi praktik terbaik mencakup integrasi kesehatan mental.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Lala, Wagey, & Loho (2016) dalam jurnal yang berjudul “Evaluasi Penanganan Kanker Serviks di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Periode 1 Januari 2013 – 31 Desember 2014” menggunakan jenis penelitian deskriptif retrospektif pada pasien kanker serviks di bagian Obstetri Ginekologi memperlihatkan penanganan yang paling banyak ialah terapi paliatif (66,7%). Terapi ini bertujuan sebagai terapi simtomatik dalam mengatasi gejala yang memperburuk kualitas hidup pasien dan keadaan umum pasien, terutama pada pasien stadium akhir. Indikasi dari pemberian terapi berdasarkan stadium dan kondisi pasien.
Teknik pendekatan dengan menggunakan perawatan paliatif diberikan kepada pasien-pasien terminal atau tahap akhir. Perawatan paliatif bersifat terapi suportif, sehingga bukan sebagai suatu upaya penyembuhan, melainkan untuk meringankan penderitaan klien secara holistik, baik dari segi biologis, psikologis, sosial, dan spiritual agar dapat menerima kondisinya dan merasa nyaman. Perawatan ini tidak berfokus kepada peningkatan kondisi fisik klien, akan tetapi lebih menekankan kepada dukungan dan pemberian informasi bagi klien maupun keluarga. Oleh karena itu, paliatif care yang kini berkembang tidak terbatas pada perawatan di rumah sakit, namun meluas sesuai dengan kebutuhan pasien dan keluarga dalam meningkatkan kesejahteraan hidup. Beberapa penyakit yang umumnya mendapatkan perawatan paliatif, ialah HIV/AIDS, kanker, diabetes mellitus, dan lain-lain.
Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah suatu kondisi virus menyerang sel darah putih di dalam tubuh (limfosit) yang mengakibatkan penurunan daya tahan tubuh individu. Sedangkan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) adalah suatu sindrom atau kumpulan dan gejala penyakit yang diakibatkan oleh retrovirus yang menyerang sistem pertahanan tubuh. HIV/AIDS adalah satu di antara penyakit dengan persebaran yang cepat dan prevalensinya tinggi. Permasalahan yang masih sering terjadi yaitu rendahnya deteksi dini pada kasus HIV. Hal ini mengakibatkan penemuan kasus pada tahap AIDS akan memperburuk prognosis pasien.
Angka kejadian HIV di Indonesia pada tahun 2013 hingga 2015 secara berurut-turut, yaitu 29.037, 32.711, dan 30.935 (Kemenkes RI, 2016). Sedangkan kejadian pada kasus AIDS pada tahun 2013 hingga 2015, yaitu 11.682; 7.864, dan 6.373. Prevalensi faktor risiko penularan kasus HIV/AIDS terbanyak, yaitu melalui heteroseksual (58,7%), penasun (17,9%), perinatal (2,7%), dan homoseksual (2,3%) (Kemenkes RI, 2012). Higga kini, morbiditas dan mortalitas kasus HIV/AIDS semakin berkurang karena adanya suatu upaya pengendalian virologi dengan menggunakan antiretroviral yang diiringi perawatan paliatif, sehingga lebih memperpanjang hidup dan meningkatkan kualitas hidup klien (Lowther et al., 2014).
Selengkapnya klik disini.

Selasa, 26 Desember 2017

Literature Review : Pengaruh Terapi Palliative Care pada Pasien Kanker

Lydia Yuniarsih
Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran, Universitas Tanjungpura
lydiayuniarsih21@gmail.com
Abstrak
Kanker merupakan pertumbuhan sel abnormal yang cepat, tidak terkendali, infiltrasi, metastase, dan bersifat mematikan. Hingga kini, kanker masih penyebab utama mortalitas secara global. Berdasarkan analisa 5 literatur dan 2 tambahan referensi di dapatkan pengaruhi terapi palliative care pada pasien kanker. Masalah pada pasien kanker bersifat kompleks, meliputi fisik, psikososial, dan spiritual, terutama pada kanker stadium lanjut atau pasien terminal. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang tidak hanya bersifat kuratif, namun bersifat holistik, di antaranya melalui palliative care. Palliative care bertujuan untuk memperbaiki kualitas hidup klien dan keluarga, mengurangi nyeri dan persiapan kematian bagi klien yang dilakukan oleh tim multidisiplin dengan melibatkan keluarga. Terapi ini hendaknya diberikan sejak awal perjalanan penyakit bersamaan dengan terapi lainnya. Pendekatan berdasarkan pengetahuan, keterampilan, dan kesejateraan dalam memberikan perawatan secara efektif dengan standarisasi evaluasi praktik yang mencakup integrasi kesehatan mental.

Kata Kunci: kanker, kualitas hidup, palliative care

Selengkapnya klik disini

Jumat, 12 Mei 2017

Literature Review : Pengaruh Terapi Palliative Care pada Pasien Kanker

Abstrak
Kanker merupakan pertumbuhan sel abnormal yang cepat, tidak terkendali, infiltrasi, metastase, dan bersifat mematikan. Hingga kini, kanker masih penyebab utama mortalitas secara global. Berdasarkan analisa 5 literatur dan 2 tambahan referensi di dapatkan pengaruhi terapi palliative care pada pasien kanker. Masalah pada pasien kanker bersifat kompleks, meliputi fisik, psikososial, dan spiritual, terutama pada kanker stadium lanjut atau pasien terminal. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang tidak hanya bersifat kuratif, namun bersifat holistik, di antaranya melalui palliative care. Palliative care bertujuan untuk memperbaiki kualitas hidup klien dan keluarga, mengurangi nyeri dan persiapan kematian bagi klien yang dilakukan oleh tim multidisiplin dengan melibatkan keluarga. Terapi ini hendaknya diberikan sejak awal perjalanan penyakit bersamaan dengan terapi lainnya. Pendekatan berdasarkan pengetahuan, keterampilan, dan kesejateraan dalam memberikan perawatan secara efektif dengan standarisasi evaluasi praktik yang mencakup integrasi kesehatan mental.
Kata Kunci: kanker, kualitas hidup, palliative care
Selengkapnya klik disini atau klik opsi link disini

Minggu, 26 Maret 2017

Catatan Kuliah

1. Paper Pengkajian Sensori Persepsi : Konjungtivis Alergi Silakan Klik di sini
2. Proposal Penelitian Pengaruh Kebiasaan Merokok dan Aktivitas Fisik pada DM Tipe 2 Silakan Klik di sini

Senin, 09 Juni 2014

Download Bahasa Indonesia


Bagi teman-teman yang membutuhkan referensi sebagai bahan pembelajaran, khususnya setingkat SMA, silahkan klik link-link di bawah ini untuk mengunduh sesuai keinginan.
Makalah Bahasa Indonesia klik di sini 
Modul Bahasa Indonesia_Memanfaatkan Waktu klik di sini 
Naskah Drama Sahabat Selamanya klik di sini 
Naskah Drama Bawang Merah & Bawang Putih klik di sini 
Naskah Drama Tsabit Bin Ibrahim klik di sini 
Naskah Pidato Perpisahan SMA 2 (pesan kesan) klik di sini 
Tugas Rangkuman Isi Buku (Bahasa Indonesia) klik di sini 
Penulisan Karya Ilmiah klik di sini 
#Terimakasih atas kunjungannya, semoga bermanfaat!

Kaos Kaki Jempol Tapak Hitam

Kaos Kaki Jempol _____________________________________________________ Bahan lembut, lentur, nyaman di kaki dan telapak hitam, jadi tidak mu...